Rabu, 27 Mei 2009

KAJIAN INDEKS MATA (EYE INDEX) SEBAGAI PENENTU ICEBERHASILAN PENETASAN EMBRIO LOBSTER AIR TAWAR (CHERAX SP)

Oleh: Dr. G. Nugroho Susanto, M. Sc.
Lembaga Penelitian
Dibuat: 2009-05-27 , dengan 1 file(s).
Keywords: INDEKS MATA, LOBSTER AIR TAWAR
Subject: UDANG
Call Number: 595.384 Sun k c.1

RINGKASAN

Lobster air tawar asal Australia, red claw (Cherax sp) mulai banyak dikembangkan
dalam akuakultur seperti udang sebagai komoditas ikan hias dan udang konsumsi. Tingginya
frekuensi peneluran dari induk dewasa yang diimbangi dengan tingginya laju penetasan
dapat meningkatkan produktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan
perubahan selama masa inkubasi telur sampai menetas, periode waktu proses embriogenesis
hingga menetas, serta tahap perkembangan awal dan pemeliharaan larva yang dihasilkan
berdasarkan kemampuan adaptasi fisiologis dan ekologis pada media pemeliharaan.
Penelitian dilakukan dengan memijahkan induk lobster dengan perbandingan jumlah induk
: 9 = 1 : 2 dalam akuarium ukuran 80x60x50cm 3 di laboratorium. Hasil penelitian
menunjukkan setelah 1-1,5 bulan dalam akuarium pemijahan, induk 9 dengan berat tubuh
101-127 gram dan panjang tubuh 12-14 cm dapat menghasilkan telur yang telah dibuahi
sebanyak 150-420 butir tergantung pada ukuran abdomennya. Telur yang dihasilkan
menyatu dengan induk 9 dan tetap melekat pada kaki abdomen (pleopoda). Selama masa
pengeraman (inkubasi) telur-telur mengalami perubahan warna berturut-turut : warna hijau -
kuning – coklat/maron – orange. Berikutnya tahapan embriogenesis dimulai dengan adanya
warna transparan dalam telur sampai munculnya bintik mata (pigmen mata) hingga menetas
menjadi larva stadium I (satu). Larva yang dihasilkan tetap melekat pada bagian bawah
perut (brood chamber) dan baru lepas dari induk setelah 7-10 hari pada saat pergantian kulit
(molting) memasuki larva stadium II (dua). Masa inkubasi telur hingga menetas menjadi
larva berlangsung 26-32 hari pada suhu air akuarium 25-27°C. Perkembangan embrio
lobster tidak seperti udang, tanpa melalui tahapan metamorfosis dari stadium larva :
nauplius, zoea, mysis dan post-larva. Seluruh tahapan embriogenesis hingga menetas
menjadi larva berlangsung di dalam telur dan tetap melekat pada kaki abdomen induk
hingga menetas menjadi larva stadium I .
Dalam penelitian ini untuk mengetahui tingkat pertumbuhan larva pada tahap awal
perkembangannya, dilakukan serangkaian percobaan yang meliputi pemberian jenis pakan
yang berbeda (cacing, pelet, wortel dan tauge), frekuensi pemberian pakan yang berbeda (2,
3, 4, 5 kali/ hari) dan padat penebaran larva yang berbeda (2, 3, 4, 5 ekor/ liter) di dalam
akuarium pemeliharaan. Larva lobster air tawar berumur 2-3 minggu menunjukkan
pertumbuhan (pertambahan berat tubuh, panjang total, panjang cephalothoraks) dan tingkat
kelangsungan hidup yang berbeda dan bervariasi selama 6 minggu pemeliharaan di dalam
akuarium dengan menggunakan berbagai perlakuan (pemberian jenis pakan, frekuensi
pakan dan tingkat kepadatan larva yang berbeda).
Penelitian ini merupakan awal dari penelitian tentang "Kajian indeks mata (eye index)
sebagai penentu keberhasilan penetasan embrio lobster air tawar (Cherax sp)". Pada tahun
pertama ini penelitian lebih ditekankan pada keberhasilan dalam perawatan dan seleksi
induk, pemijahan induk, pengamatan masa inkubasi (pengeraman) telur, penetasan larva
hingga pemeliharaan dan pembesaran larva. Aspek durasi waktu dalam proses inkubasi telur
hingga penetasan, serta tahap-tahap perkembangan larva telah diketahui pada penelitian
tahap ini. Untuk penelitian tahap selanjutnya pada tahun kedua akan lebih difokuskan pada
pengamatan tahap embriogenesis dari telur lobster yang dimulai dari saat munculnya
embrio yang berwarna transparan pada permukaan telur, terbentuknya titik (pigmen) mata
yang dapat diukur nilai indeks matanya hingga tahap penetasan. Pertambahan nilai indeks
mata diukur, pengamatan perubahan morfologi dan aspek fisiologis dari lobster diamati
selama masa perkembangan embrionya. Disamping itu monitoring dan evaluasi parameter
kualitas air pada media pemeliharaan akan tetap terus dilakukan.

Hubungi kami:

DL Name: Lampung University Library

PublisherID: LAPTUNILAPP

Organization: Lampung University

Contact: Perpustakaan Universitas Lampung

Address: Jl.Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro No. 1

City: Bandar Lampung

Region: Lampung

Country: Indonesia

Phone: 62-721-706352

Fax: 62-721-706351

Admin Email: dedi[at]unila.ac.id

CKO Email: library[at]unila.ac.id

sumber : http://digilib.unila.ac.id/go.php?id=laptunilapp-gdl-res-2009-drgnugroho-1663